Romantic Dinner Cottage Gammara Hotel Makassar

Punya suami yang kalo ditanya mau kado barang yang dipengen apa tapi gak pernah ada yang  dipengen itu, jadi bikin istrinya bingung dan harus lebih kreatif cari info sana-sini 🤣😆. Tapi suami saya paling demen kalo dikasih surprise yang romantis-romantis gitu kayak FTV.  Memang sih mungkin lebih berguna jika dikasih barang, tapi ternyata hal-hal yang seperti ini justru membuat suami saya lebih bahagia di hari lahirnya 😝😅

Beberapa dinner yang pernah :

  • Dinner di Sunset Bar Hotel Pantai Gapura pinggir Pantai Losari dengan berbagai ornamen penghias yang dibikin sendiri dan dibantu sama seorang temen dalam rangka hari lahir suami.
  • Dinner di Rooftop Karebosi Condotel sambil menikmati pemandangan kota di malam hari dan Pantai Losari dalam rangka hari lahir saya
  • Dinner di Rooftop Bar Aston Hotel dengan buket coklat sambil menikmati sunset dalam rangka ulang tahun suami
  • Dinner pinggir pantai di Bali dalam rangka 2nd Honeymoon
  • Dinner Wedding Anniversary di Rooftop Bar Melia Hotel sambil menikmati pemandangan kota Makassar di malam hari.

Karena beberapa dinner udah pernah, jadi saya bingung mau kasih dinner dengan tema apa. Akhirnya ketemu dengan Romantic Dinner Cottage ini 😍. Dinner kali ini bener-bener paling spesial karena memang disetting seperti real dinner dengan table mannernya pula 😁. Ini review pribadi saya sendiri bukan karena endorse atau dapet gratisan  😛 :mrgreen: :

  • Dinnernya bener-bener private cuma berdua aja di dalam 1 unit cottage yang ada private poolnya, jadi ala-ala pinggir private pool. Tapi semua kamar di cottagenya dikunci dan tidak boleh berenang di poolnya karena memang khusus untuk setting tempat dinner aja.

  • Dilayani oleh satu orang pelayan yang sama dari menu appetizer, main course sampai dessert. Menu ada 4 macam dan minuman ada 2 macam. Untuk minuman kalo habis boleh minta refil lagi lagi sama pelayannya. Untuk menu dessertnya special request karena saya minta untuk diberi ucapan di atas menu/piringnya.

  • Taste menunya enak dan penyajian menunya oke banget. Setting table dinnernya sederhana tapi tetep berkesan dan bernuansa romantis. Harga paket dinnernya bisa langsung cek ke official instagramnya @gammarahotel. Pada saat booking nanti akan ada pilihan menu antara Asia dan Eropa. Kebetulan saya pilih yang Eropa  😆 .

Alhamdulillah suami suka sekali dan berbunga-bunga 🤣😀. Yang paling penting buat saya sih suami bener-bener bahagia banget dikasih beginian 😘😊. Dinner memang merupakan saat dimana kita bisa memanfaatkan quality time berdua bersama pasangan tentunya pasangan halal ya  😛 😎 Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu momen spesial ini 🙏😘.

 

❤💚Happy Birthday 29th My Hubbie💙💛

Wisata Instagramable di Puncak Pongtorra

Siapa bilang wisata ke Toraja cuma lihat kuburan?? Dulu memang iya tapi sekarang sudah banyak sekali wisata alam yang bisa kita kunjungi seperti salah satu tempat wisata yang sangat instragramable yaitu Puncak Tertinggi Lolai Pongtorra. Tempat ini belum terlalu ramai dibanding Lolai tetangganya yang dibawah. Saya sendiri kesini sudah dua kali dengan tarif tiket masuk yang berbeda. Tahun 2017 masih dikenakan tarif sebesar Rp 10.000,- tapi sekarang sudah naik menjadi Rp 15.000,- . Selain itu, ada beberapa spot yang bertambah dan diganti dengan yang baru. Langsung aja yuuuk cus lihat apa aja yang menarik disini  😆

Sayap kupu-kupunya sekarang udah gak ada

 

Sengaja foto ala2 siluet

 

Sudah gak ada spot ini ya sekarang…

 

Pintu Kemana Saja Doraemon termasuk spot baru tahun 2018

 

I Love You from 5000 feet asl

 

Selfie di dalem terowongan yang dibuat seperti dari pohon cemara yang sudah coklat

 

Sebelumnya Rio Dewanto habis foto di spot ini

 

Ini juga spot baru 2018

 

Ala2 candid

 

Rumah tanpa jendela di atas awan

 

Reka adegan jaman di pelaminan

 

Bintang di Puncak Pongtorra

 

Pose Boyband

 

Bersepeda diatas awan

Untuk yang gambar terakhir ini merupakan wahana yang baru di tempat wisata ini. Kalo kalian ingin mencoba wahana ini, kalian cukup membayar Rp 10.000,- /orang di luar karcis masuk  😀  😛 Dan buat kalian yang ingin bermalam disini, kalian bisa menyewa tenda yang sudah disediakan oleh pihak pengelolanya. Harga sewa tendanya bervariasi mulai dari Rp 100.000,- hingga Rp 400.000,- tergantung dari proses tawar menawarnya. boleh nawar tapi jangan kayak Afgan yaaaa !!  :mrgreen: Waktu terbaik kesini sih pagi sehabis dari Lolai karena lokasinya naik sedikit diatas Lolai.

Menikmati Jenis Kopi Toraja Ala The House Bistro & Galleria

Selain terkenal dengan budayanya, Toraja merupakan sebuah daerah yang juga populer dengan kopinya sampai ke manca negara. Bagi para penikmat kopi, tentunya Toraja akan menjadi salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi. Buat saya datang dan menikmati kopi di kota ini bukan menjadi hal yang pertama, tapi yang bikin jadi pengalaman pertama yaitu mencicipi kopi Toraja dengan berbagai macam varian. Ya maklumlah lah karena saya bukan pecinta kopi jadi cuma tahu rasa kopi sachetan dengan jenis arabika dan robusta. Artikel ini bukan untuk menganalisis perbedaan rasa dari jenis biji kopinya, tapi hanya sharing pengalaman saya menikmati jenis kopi Toraja ala Barista The House Bistro & Galleria.  Karena yang saya tahu rasa kopi itu ya “PAHIT” aja gitu   (tapi gak sepahit kehidupan saya kok )

Kalo kalian ke Toraja mampirlah ke coffee shop ini, karena di tempat ini kita bisa mencoba berbagai macam jenis kopi Toraja dengan berbagai metode brewing. Lokasi café ini sangat gampang ditemukan yaitu di Jalan Pongtiku No. 22, Karassik, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Kalo dari segi luasnya, café ini tidak terlalu besar tapi tetap nyaman untuk menikmati kopi sambil nongkrong. Sebetulnya dulu pernah ke café ini sekali bareng suami tapi karena kami bukan pasangan pecinta kopi jadi kami hanya memesan minuman selain kopi. Dan kedua kalinya mampir bareng temen-temen, lalu kepikiran untuk mencoba kopinya. Kalo gitu kenalan dulu yuk sama beberapa jenis biji kopi Toraja yang dikategorikan dari ketinggian tempat menanamnya dan nama biji kopinya diambil dari nama daerah penghasilnya. Saya copasin yaaaa dari buku menu cafenya :

  • Awan (1450 – 1700 mdpl) : palm sugar, berries, raisin
  • Pulu’ Pulu (1800 – 2000 mdpl) : heidy aroma, spicy, fruity
  • Sapan (1400 – 1800 mdpl) : dark chocolate, cinnamon, grape fruits
  • Pedamaran (1450 – 1650 mdpl) : soft acidity, soft nutt, floral
  • Bittuang (400 – 700 mdpl) : chocolate, nutty, wheat
  • Minanga (1400 – 2100 mdpl) : fruity, herbal, berry aroma

Penjelasan diatas yang diambil dari  buku menu pastinya sudah diuji perbedaan rasanya oleh orang yang kompeten di bidang perkopian tentunya. Jadi bagi kalian para coffee addict mungkin bisa lebih paham perbedaan rasanya. Kalo saya sendiri kemarin pesen jenis biji Pulu’ Pulu dengan metode Vietnam Coffee karena memang pada dasarnya nggak suka kopi item. Bagi saya yang buta kopi, pesanan yang saya pesan ini tidak mengecewakan rasanya malah cenderung enakkkk bangettttt deh! Dari contekan testing note-nya di buku menu memang bener lohhh saya menemukan rasa asem-asem fruity, aromanya kuat, tapi pedesnya gak terdeteksi kalo menurut lidah saya.

 

The House Bistro & Galleria

Setelah incip-incip pesanan sendiri, beralih gangguin temen yang memesan Pulu’ Pulu dengan metode V60 tanpa gula. Dan ekspresi pertama langsung bilang pahiiiitttt banget tapi tetep asemnya, pedesnya gak kentara dan aromanya yang kuat itu dapet banget. Bergeser dikit lagi cobain punya temen yang pesen jenis biji Sapan dengan metode V60 tanpa gula juga. Dan beneran beda loh!!! Yang jenis Sapan ini kalo menurut saya ada rasa jamu-jamunya gitu dan pahitnya gak sepahit Pulu’ Pulu, dark chocolate dan grape fruitsnya pun gak terdeteksi sama lidah saya  (dan sekali lagi saya bilang karena memang bukan lidah juru kopi jadi dimaklumi aja ya brayyyy! )

Alhamdulillah ya sekarang bisa ngerasain kopi yang gak cuma pahit aja  . Yang saya heran sepahit-pahitnya kopi Toraja yang saya minum tadi, gak ada sedikitpun yang meninggalkan rasa pahit di tenggorokan. Hanya sebatas lidah saja dan tentunya gak bikin mual. Dan katanya para perempuan rata-rata lebih suka jenis biji Sapan dan Awan karena aromanya yang manis-manis gitu deh. Kalo para laki-laki paling suka dengan Pulu’ Pulu karena aromanya yang sangat kuat dan jenis biji ini adalah jenis biji kopi termahal di Toraja.

Jadi gimana nih?? Tertarik buat mencoba?? Langsung aja mampir ke The House Bistro and Galleria. Selain kopi ada juga menu minuman lain. Ada juga snack yang bisa dipesan untuk menemani secangkir kopi kita. Bagi yang kelaparan tingkat kabupaten, bisa juga pesan menu beratnya seperti Nasi Toraja. Harga sih masih terjangkau dan rasanya enak kok. Buat yang suka baca-baca,bisa juga sambil ngopi terus baca buku disini karena di café ini juga disediakan beberapa buku bacaan yang ditaruh di rak buku dekat dengan meja pengunjung.

Selamat Mencoba 

 

Serabi Kocor

Bahan Adonan :
  • 100 gr tepung terigu
  • 50 gr tepung beras
  • 300 ml santan kental
  • 1 biji telur
  • 1 sdt fermipan/baking powder/soda kue
  • 1 sdm gula pasir
  • Garam secukupnya
Bahan Kuah :
  • Santan encer/kental tergantung selera secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Gula jawa secukupnya
  • Pandan secukupnya
Cara Memasak :
  1. Masukkan tepung terigu, tepung beras, gula, garam, fermipan dan telur ke dalam wadah lalu diaduk
  2. Tuangkan santan kental ke dalam adonan lalu diaduk. Setelah itu diamkan adonan kurleb 30 menit
  3. Cetak adonan di atas teflon/cetakan serabi dgn api kecil
  4. Kalo sudah terlihat berlubang angkat
  5. Untuk kuahnya tinggal didihkan santan campur garam, gula jawa dan pandan
  6. Sajikan dengan kuah santan selagi hangat

Petis Kangkung Semarang

Bahan :

  • 1 ikat Kangkung
  • 1 biji bawang putih
  • Cabai rawit merah secukupnya
  • Jeruk purut/jeruk sambal secukupnya
  • Gula jawa/gula aren secukupnya
  • Petis Semarang secukupnya
  • Air asam jawa
  • Terasi
  • Garam

Cara Memasak :

  1. Siangi kangkung, cuci, lalu rebus dengan air mendidih

  2. Setelah masak, angkat lalu tiriskan

  3. Haluskan cabai, bawang putih, garam dan terasi terlebih dahulu

  4. Kemudian masukkan gula jawa dan haluskan

  5. Setelah itu beri air asam jawa secukupnya

  6. Masukkan petis dan haluskan kembali 

  7. Campurkan rebusan kangkung yang sudah ditiriskan ke dalam sambal yang sudah dibuat

  8. Sajikan dengan tahu goreng dan kerupuk

Facial Wash TBS : Tea Tree, Vitamin E, Chinese Ginseng & Rice

Dari sekian varian produk facial wash The Body Shop, ada 3 varian yang sudah pernah saya coba. Awalnya dulu coba yang Tea Tree (botolnya udah gak ada), Vitamin E dan varian terbaru Chinese Ginseng & Rice. Ini review pribadi ya, jadi efek ke setiap orangnya akan beda-beda karena jenis kulitnya juga berbeda. Kalo kulit saya sih katanya cenderung normal, gak terlalu oily banget dan jerawatnya masih dalam kategori wajar. Langsung ke reviewnya aja yaaa…

TEA TREE

        Awal pakai varian ini karena pengen lepas dari krim dokter. Nahhh karena kalo lepas dari krim dokter itu akibatnya bikin breakout jadi udah persiapan pakainya yang untuk jerawat jadi setidaknya bisa menangkal breakoutnya sedikit. Ini pikiran saya sendiri sih.

        Dan memang sedikit bisa menangkal jerawat, cuma efek ke kulit saya jadi kering. Mungkin karena produk varian ini memang dikhususkan bagi orang yang kulitnya oily banget kali ya, makanya efek ke kulit yang normal justru bikin kering. Terus untuk toner varian ini bikin kulit wajah saya terasa panas. Karena merasa seperti ini jadilah setelah habis memutuskan nyobain varian lain. Oh yaaa… Tea Tree Facial Wash ini saya pakai yang bentuknya cair.

♣ VITAMIN E

        Sebelum pakai varian ini sempet nyobain produk sensatia, cuma karena belinya harus online dan saat itu udah keburu habis akhirnya memutuskan pakai TBS lagi. Waktu beli disarankan sama BAnya pakai ini karena bisa untuk semua jenis kulit. Untuk varian ini saya pakai toner,milk cleanser dan facial washnya. Semakin lama semakin pakai ini muka kurang cerah sih alias biasa aja karena kandungannya emang gak ada untuk mencerahkan. Cuma menyegarkan dan melembutkan aja.

        Lalu kemudian makin lama dipakai kok wajah muncul banyak jerawat kecil-kecil bruntusan gitu. Awalnya mikir apa karena mau haid jadi wajar begini. Dan tetep masih bertahan buat ngabisin dulu baru nanti mikirin selanjutnya mau pakai apa lagi. Kalo untuk produk facial wash ini saya pakai yang bentuknya krim.

♣ CHINESE GINSENG & RICE

        Udah menjelang mau habis nih varian sebelumnya dan karena mau tukar poin biar gak hangus jadi ke store langsung sekalian beli facial wash. Tadinya udah mau ambil lagi varian yang Vitamin E, lalu ngeliat ke bagian sebelah ada produk varian baru dan langsung kepo ke Mas BA tentang produknya.

        Bedanya dengan produk Vitamin E yaitu kalo yang ini ada pencerahnya dan lebih bagus. Dan yang bikin makin pengen buat nyobain itu karena bentuk facial washnya itu powder dengan vegan formula. Ini memang pertama kalinya bagi saya pakai facial wash dalam bentuk powder. Untuk penggunaannya sih bisa langsung dituang di telapak tangan atau pakai puff khusus untuk wajah yang dijual juga di TBS store. Setelah saya coba kedua cara sih, yang paling maksimal menghasilkan banyak busa ya harus pakai puff-nya. Puffnya jangan digosokin langsung ke wajah ya tapi tuang powder facial washnya ke puff yang sudah dibasahi air, kemudian diremas-remas sampai keluar busanya di telapak tangan dan selanjutnya gosok dengan lembut ke wajah.

        Kadang ngerasa seperti kurang maksimal ngebersihin wajahnya karena terbiasa menggunakan produk facial wash yang cair atau krim. Tapi kesan di wajahnya kerasa lembut sih. Selain facial washnya, saya coba juga tonernya untuk varian ini karena toner yang Vitamin E juga sudah habis. Tapi milk cleansernya tetep pakai yang Vitamin E karena memang masih banyak.

Dan…..

Selama pergi luar kota bawanya yang varian Chinese Ginseng & Rice karena packagingnya yang travel size friendly. Hampir seminggu pakai, jerawat bruntusan sedikit berkurang dan mengering gitu. Kalo cerahnya pastinya belum keliatan karena wajah cerah itu harus didukung dengan night creamnya juga. Dan night creamnya masih pakai produk sensatia.

Setelah sampai di rumah dan facial wash Vitamin E masih sedikit jadi sayang kalo dibuang. Akhirnya balik dulu tuh ngabisin karena masih bisa dipakai semingguan. Dan jerawat bruntusan itu kembali bermunculan lagi. IMO sih ya…sepertinya yang bikin bruntusan ya Vitamin E Facial Wash ini. Kalo toner sama milk cleanser Vitamin E  sih aman-aman aja. Toner dan facial wash saat ini udah pakai yang Chinese Ginseng & Rice, tapi sepertinya kalo milk cleanser Vitamin E udah habis, saya mau ganti dengan varian Chinese Ginseng & Rice sekalian aja.

Udah dulu ya reviewnya dan terimakasih buat yang udah baca 😚

Wisata Baru Cekong Hill Enrekang

Enrekang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan yang daerahnya dikelilingi oleh gunung dan bukit. Untuk mencapai daerah ini, kita bisa menggunakan jalur darat dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari kota Makassar. Daerah ini tidak hanya memiliki daya tarik untuk makanan khasnya saja tetapi juga wisata alamnya. Baru-baru ini banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi salah satu tujuan wisata alam di daerah ini yaitu Cekong Hill.Extreme Swing Cekong HillCekong Hill adalah tempat wisata alam baru dengan wahana uji adrenalin di Kecamatan Anggeraja yang masih dikelola oleh Polsek Enrekang dan belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Jika kita ingin menuju ke lokasi, kita hanya membutuhkan waktu 30-45 menit dari pusat kota Enrekang. Karena masih baru, arah menuju lokasi belum ada plangnya. Sebetulnya aksesnya sangat mudah tinggal jalan lurus melewati jalan poros Enrekang-Toraja. Ketika kita menemui Polsek Enrekang, tinggal ambil ke kanan.

Medan yang terjal, belum beraspal dan bersebelahan dengan jurang sepertinya membutuhkan alat transportasi yang kuat untuk mencapai bukitnya. Beberapa orang ada yang menitipkan kendaraannya di bawah lalu berjalan kaki atau menggunakan ojek. Setelah kita berada diatas bukit, kita bisa menjumpai beberapa aktivitas yang bisa menguji adrenalin seperti flying fox, extreme swing, katapel dan gardu pandang. Setiap wahananya dikenakan tarif yang berbeda-beda.Dan menurut pihak pengelola wahana yang paling ekstrim yaitu katapel. Selain aktivitas uji adrenalin, tempat ini juga sering digunakan untuk sirkuit motor.

Saya pun tertarik untuk mencoba extreme swing dengan tarif Rp 15.000/orang. Ayunan ini sih bukan sekedar ayunan biasa tapi ayunan dimana talinya dikaitkan di ranting pohon kecil yang mampu menopang berat badan hingga 1 ton diatas ketinggian yang lumayan bikin nyali jadi ciut. Awalnya sih sempet takut, cuma karena penasaran akhirnya mengalahkan rasa takut ini. Pada saat meluncur bisa dipastikan jantung ini akan terasa berdegup kencang. Namun ketika sudah lepas landas dan terbang tinggi diatas serasa plong dengan suguhan pemandangan alam yang tak kalah eloknya. Dari ketinggian bukit ini, kita bisa melihat begitu indahnya Tebing Mandu yang berdiri kokoh di Desa Tontonan dan sungai kecil yang mengelilingi pegunungan. Bagi kalian yang akan ke Toraja dengan kendaraan pribadi, tak ada salahnya untuk mampir ke tempat ini.

Dear My Hubbie

Today is your day…..

Remember the day when your mother struggled to bring you in this world

The day when your small cries greeted the world for the first time

and it was right on this day

 

Rahmat Setyaji is the name which has been pinned by your parents

Rahmat means a blessing of Allah SWT

Setyaji means loving and affectionate

Each name is a prayer and hope that you shall be as expected

 

And it’s really true… Your name represents you

You are a figure of loving and affectionate who has been present in my life

A figure who is always surrounded by a blessing that has became my life partner

 

Happy Birthday 28th My Hubbie…..

My heartfelt prayer always accompanies every step you take

And be always the power of my lose heart

 

 

Makassar, 24 October 2016

♥ From Your Lovely Wife ♥

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=C6okBWlyuPw]

 

Palopo Short Trip

Mungkin kebanyakan orang hanya tahu tempat-tempat wisata yang ada di kota Makassar dimana kota ini merupakan kota besar yang menjadi ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Ada juga beberapa orang yang menganggap bahwa Makassar itu adalah sebuah provinsi bukan ibu kota. Hehehe….mungkin sebagai informasi saja provinsi Sulawesi Selatan ini memeiliki beberapa kota dan kabupaten yang termasuk di dalamnya adalah kota Makassar dimana menjadi tempat domisili saya dan suami. Kali ini saya ingin menulis perjalanan wisata singkat bersama suami di salah satu kota di provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kota Palopo.

Awal Oktober 2014, saat itu saya harus menemani suami bertugas di sebuah kabupaten yang bernama Kabupaten Luwu. Perjalanan kurang lebih 8 jam kami tempuh dengan menggunakan bus malam untuk menuju kota Belopa dimana kota tersebut merupakan pusat pemerintahan dari Kabupaten Luwu. Karena suami seorang abdi negara jadi kalo bertugas selalu di pusat-pusat pemerintahan. Kota Belopa merupakan salah satu kota kecil yang terdapat di Kabupaten Luwu. Kotanya tenang dengan penduduk yang tidak terlalu banyak dibanding dengan padatnya jumlah penduduk dan hiruk pikuknya di Kota Makasssar. Di kota Belopa ini,saya akan menghabiskan waktu sebulan untuk menemani suami tercinta bertugas.

Karena kota Belopa ini tidak terlalu besar jadi di kota ini tidak ada mall yang besar, tidak seperti di Makassar yang mall besar dan gedunng tinggi itu sangat banyak.Tapi jangan khawatir karena di kota ini ada 1 Indomaret, 1 Alfamidi, dan 1 swalayan yang lumayan lengkap kalo kita mau cari kebutuhan rumah tangga. Ada pula sebuah toko bakery,beberapa toko baju dan beberapa warung makan. Untuk wisata di kota ini sih saya tidak tahu banyak,hanya saja saya dan suami sempat makan di salah 1 warung lesehan yang terkenal di Belopa dimana tempatnya di tepat di pinggir pantai. Yah semacam warung apung dan menu ikan disini sangat enak karena segarlangsung diambil dari pantai terus dimasak.

C360_2014-10-09-14-53-00-195[1]
Warung Apung di Belopa

Sebulan di Belopa mungkin akan bosan karena disini tidak terlalu banyak tempat wisata. Tibalah weekend dimana terpikir enaknya jalan-jalan kemana ya sama suami. Lalu, kami bertanya kepada salah satu pegawai hotel dan mereka menyarankan untuk berwisata ke Palopo dimana kota tersebut lebih ramai dan lumayan banyak tempat wisatanya. Kota Palopo sangat dekat dengan kota Belopa. Kami hanya butuh waktu tempuh sekitar 45 menit untuk menuju kota ini. Selama perjalanan, ada satu spot yang pemandangannya sangat indah bangettt….!!! Kita bisa melihat hamparan laut lepas dari bukit dan di jalanan tanjakan tersebut juga banyak warung2 kecil berjualan minuman ringan dan jagung bakar. Dengan bermodal GPS seperti biasanya kalo jalan-jalan sendiri,akhirnya sampailah kita di Kota Palopo.

Palopo Welcome Gate
Palopo Welcome Gate

Tujuan pertama saat itu belum jelas karena kami ingin menjelajahi tiap sudut kota Palopo. Pada akhirnya tempat pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Agung Palopo, karena saat itu sudah masuk waktu shalat Dzuhur dan sekalian istirahat sambil berpikir mau kemana tujuan berikutnya. Setelah selesai melaksanakan shalat, perut sudah terasa keroncongan karena belum makan siang. Kami putuskan untuk mencari mall yang ada di kota ini. Dengar-dengar sih disini ada mall begitu. Putar kanan putar kiri akhirnya ketemu juga itu mall yang namanya Palopo City Market. Sebelumnya sih mikir mall itu besar seperti yang ad di kota-kota besar…hehehe…ternyata ya lumayanlah daripada nggak ada. Tempat makan di mall nya pun sangat terbatas cuma ada Bakso Lapangan Tembak, 1 restoran (lupa namanya) dan 1 kafe yang baru mau opening. Ya sudahlah makan seadanya yang ada disitu. Sehabis makan kami iseng jalan-jalan ke dalam mallnya. Mallnya lumayan sangat sepi padahal hari itu hari sabtu. Jadi mikir orang-orangnya pada kemana ya…hehehe…di Palopo City Market ini terdapat Matahari Dept Store, Timezone, dan beberapa outlet toko baju serta penjual baju yang sewa tempat di tengah2 mall, ada juga Hypermart disini (alhamdulillah bisa belanja cemilan :D). Karena di Belopa nggak ada tempat ngegame,akhirnya mampir deh main-main ke Timezone dulu. Maen macem-macem eh alhamdulillah suami dapet boneka dari mesin boneka. Padahal susah banget lhooo bisa dapet boneka itu. Rejeki anak sholeh banget pokoknya….Hohohoho…. Waktu pun sudah mulai petang dan saatnya balik ke Belopa lagi dan jalan-jalan ke tempat wisatanya dilanjut keesokan harinya.

Boneka dari Timezone
Boneka dari Timezone

Keesokan harinya dengan semangat 45, kami berdua jalan lagi menuju kota Palopo untuk mengunjungi tempat wisatanya. Bertanya pada Google akhirnya dapet deh tempat wisata yang paling sering dikunjungi orang-orang sekitar yaitu Pantai Labombo dan Air Terjun Latuppa. Ada juga sih agrowisata disini yang dikelola oleh sebuah hotel tapi pas itu waktunya kurang karena puter-puter kesasar untuk mencari Pantai Labombo. Karena GPS itu tidak selalu benar dan sangat minim plang penunjuk arah ke tempat wisata, ya beneran deh kami kesasar sampai ke Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo. Menikmati suasana pelabuhan dulu lah sambil tanya-tanya ke penduduk lokal dimana letak Pantai Labombo. Kami sih mikirnya pasti deket2 sama pelabuhan dan putar2 lagi sampe mumet karena laperrrr…hehehe…Finally..Welcome to Labombo Beach sambil ngusep keringet (lebay dikit padahal naek mobi pake AC :D)!!

Pintu Gerbang Pantai Labombo
Pintu Gerbang Pantai Labombo

Untuk mencapai pantai ini, kami melewati beberapa perumahan dan tepat di poros jalan menuju pantai tersebut,banyak kami temui tempat-tempat hiburan malam. Tapi pas itu siang jadi tempat hiburannya belum pada buka :D. Untuk masuk ke area pantai,kami berdua dikenakan tarif sekitar 25.000 rupiah sudah termasuk biaya parkir mobil,tentunya kalo pakai motor lebih murah parkirnya…hehehe…. Dalam gambaran saya sebelum sampai ke pantai ini sih, pasti pantainya semacam pantai Indrayanti di Jogja yg luasss banget. Ternyata pantai ini tidak begitu luas tapi ada spot area untuk bermain airnya sih,lumayanlah daripada Pantai Losari yang gak bisa keceh main air. Menyusuri pantai dan biasa lah ambil foto2 dulu sama suami biar tambah romantis :D. Ambil foto2nya dah beres dan saatnya lunch tiba,makanlah kami salah satu warung lesehan yang ada di area pantai. Karena tempat wisata jadi maklumlah kalo harganya lumayan mahal. Tapi meskipun mahal masakannya enak kok!! Jadi gak nyesel deh udah kemahalan 😀 Sambil makan, sambil menikmati pemandangan pantai dan alunan lagu yang dinyanyikan kelompok musik yang memang selalu ada tiap weekend untuk menghibur para pengunjungnya. Saat itu lumayan ramai lah pengunjungnya dan yg nyanyi juga suaranya bagus,lagunya macem2 dari dangdut sampai pop.

Segarnya menikmati minuman ini di tepi pantai :D
Segarnya menikmati minuman ini di tepi pantai 😀

Sudah puas menikmati suasana Pantai Labombo, kami melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Latuppa yang juga tidak terlalu jauh dari pusat kota dan pantai tersebut. Melewati Agrowisata Hotel yang terkenal dengan agrowisatanya, pemandian alam dan kolam renangnya,kami terus melaju menuju Air Terjun Latuppa. Jalan menuju lokasi sangat bagus karena tidak ada sedikit pun jalan yang berlubang tapi lumayan cukup menanjak karena air terjunnya terletak di kawasan bukit. Selama menuju lokasi, saya juga melihat beberapa tempat pemandian alam, tempat outbond dan beberapa rumah penduduk yang di belakangnya langsung sungai kecil dengan batu2 besar. Karena saat itu musim kemarau jadi sungai lumayan kering. Setelah menanjak terus akhirnya ketemu deh lokasi yang dimaksud. Dan sayangnya juga tidak ada plang yang bisa memberi informasi kepada para pengunjung wisata. Kami saja tahu lokasi karena berbekal bertanya kepada penduduk dan alhamdulillah sampai dengan selamat. Setelah yakin kalo memang lokasi ini adalah Air Terjun Latuppa, lalu parkirlah kami terlebih dahulu. Bagi pengguna mobil seperti kami,harus parkir mobil di bawah dan mesti jalan ke atas untuk memasuki lokasi. Setelah jalan menuju lokasi, saya dan suami mulai mengira2 kalo tempat wisata ini sepertinya belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Untuk masuk lokasi gratis dan parkir juga gratis. Penduduk area setempat pun tidak ada yang memanfaatkan lahan rejeki seperti ojek lah…padahal lumayan kalo mau ngojek untuk mengantar para pengguna mobil dari tempat parkir ke lokasi air terjunnya. Yahhh lumayanlah masih gratis…bisa hemat buat beli bensin pulang..hohohooho…

Perjalanan ke Air Terjun Latuppa
Perjalanan ke Air Terjun Latuppa

Bagi yang suka tracking lumayan juga nih kalo menyusuri jalan menuju air terjunnya karena jalannya melewati sungai berbatu dan mesti naik tangga yang lumayan banyak anak tangganya. Langsing deh gueeh!! 😀 dengan perjuangan melewati anak tangga yang lumayan melelahkan sampailah kami di air terjun. Lumayan sih air terjunnya meskipun gak segede dan setinggi air terjun Tawangmangu, tapi bisa buat refreshing. Cekrik cekrik sebentar dan main air dulu lalu pulaaaaaaang!!! Oh iya..buat info saja ada oleh2 khas Palopo yaitu bagea. Bagea ini merupakan kue kering khas Palopo yang terbuat dari tepung sagu.Kuenya sangat ringan dan enak lhoooo!!! Selesai sudah jalan2 mengunjungi beberapa tempat di kota Palopo ini.