Semua artikel oleh mena

Facial Wash TBS : Tea Tree, Vitamin E, Chinese Ginseng & Rice

Dari sekian varian produk facial wash The Body Shop, ada 3 varian yang sudah pernah saya coba. Awalnya dulu coba yang Tea Tree (botolnya udah gak ada), Vitamin E dan varian terbaru Chinese Ginseng & Rice. Ini review pribadi ya, jadi efek ke setiap orangnya akan beda-beda karena jenis kulitnya juga berbeda. Kalo kulit saya sih katanya cenderung normal, gak terlalu oily banget dan jerawatnya masih dalam kategori wajar. Langsung ke reviewnya aja yaaa…

TEA TREE

        Awal pakai varian ini karena pengen lepas dari krim dokter. Nahhh karena kalo lepas dari krim dokter itu akibatnya bikin breakout jadi udah persiapan pakainya yang untuk jerawat jadi setidaknya bisa menangkal breakoutnya sedikit. Ini pikiran saya sendiri sih.

        Dan memang sedikit bisa menangkal jerawat, cuma efek ke kulit saya jadi kering. Mungkin karena produk varian ini memang dikhususkan bagi orang yang kulitnya oily banget kali ya, makanya efek ke kulit yang normal justru bikin kering. Terus untuk toner varian ini bikin kulit wajah saya terasa panas. Karena merasa seperti ini jadilah setelah habis memutuskan nyobain varian lain. Oh yaaa… Tea Tree Facial Wash ini saya pakai yang bentuknya cair.

♣ VITAMIN E

        Sebelum pakai varian ini sempet nyobain produk sensatia, cuma karena belinya harus online dan saat itu udah keburu habis akhirnya memutuskan pakai TBS lagi. Waktu beli disarankan sama BAnya pakai ini karena bisa untuk semua jenis kulit. Untuk varian ini saya pakai toner,milk cleanser dan facial washnya. Semakin lama semakin pakai ini muka kurang cerah sih alias biasa aja karena kandungannya emang gak ada untuk mencerahkan. Cuma menyegarkan dan melembutkan aja.

        Lalu kemudian makin lama dipakai kok wajah muncul banyak jerawat kecil-kecil bruntusan gitu. Awalnya mikir apa karena mau haid jadi wajar begini. Dan tetep masih bertahan buat ngabisin dulu baru nanti mikirin selanjutnya mau pakai apa lagi. Kalo untuk produk facial wash ini saya pakai yang bentuknya krim.

♣ CHINESE GINSENG & RICE

        Udah menjelang mau habis nih varian sebelumnya dan karena mau tukar poin biar gak hangus jadi ke store langsung sekalian beli facial wash. Tadinya udah mau ambil lagi varian yang Vitamin E, lalu ngeliat ke bagian sebelah ada produk varian baru dan langsung kepo ke Mas BA tentang produknya.

        Bedanya dengan produk Vitamin E yaitu kalo yang ini ada pencerahnya dan lebih bagus. Dan yang bikin makin pengen buat nyobain itu karena bentuk facial washnya itu powder dengan vegan formula. Ini memang pertama kalinya bagi saya pakai facial wash dalam bentuk powder. Untuk penggunaannya sih bisa langsung dituang di telapak tangan atau pakai puff khusus untuk wajah yang dijual juga di TBS store. Setelah saya coba kedua cara sih, yang paling maksimal menghasilkan banyak busa ya harus pakai puff-nya. Puffnya jangan digosokin langsung ke wajah ya tapi tuang powder facial washnya ke puff yang sudah dibasahi air, kemudian diremas-remas sampai keluar busanya di telapak tangan dan selanjutnya gosok dengan lembut ke wajah.

        Kadang ngerasa seperti kurang maksimal ngebersihin wajahnya karena terbiasa menggunakan produk facial wash yang cair atau krim. Tapi kesan di wajahnya kerasa lembut sih. Selain facial washnya, saya coba juga tonernya untuk varian ini karena toner yang Vitamin E juga sudah habis. Tapi milk cleansernya tetep pakai yang Vitamin E karena memang masih banyak.

Dan…..

Selama pergi luar kota bawanya yang varian Chinese Ginseng & Rice karena packagingnya yang travel size friendly. Hampir seminggu pakai, jerawat bruntusan sedikit berkurang dan mengering gitu. Kalo cerahnya pastinya belum keliatan karena wajah cerah itu harus didukung dengan night creamnya juga. Dan night creamnya masih pakai produk sensatia.

Setelah sampai di rumah dan facial wash Vitamin E masih sedikit jadi sayang kalo dibuang. Akhirnya balik dulu tuh ngabisin karena masih bisa dipakai semingguan. Dan jerawat bruntusan itu kembali bermunculan lagi. IMO sih ya…sepertinya yang bikin bruntusan ya Vitamin E Facial Wash ini. Kalo toner sama milk cleanser Vitamin E  sih aman-aman aja. Toner dan facial wash saat ini udah pakai yang Chinese Ginseng & Rice, tapi sepertinya kalo milk cleanser Vitamin E udah habis, saya mau ganti dengan varian Chinese Ginseng & Rice sekalian aja.

Udah dulu ya reviewnya dan terimakasih buat yang udah baca 😚

Wisata Baru Cekong Hill Enrekang

Enrekang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan yang daerahnya dikelilingi oleh gunung dan bukit. Untuk mencapai daerah ini, kita bisa menggunakan jalur darat dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari kota Makassar. Daerah ini tidak hanya memiliki daya tarik untuk makanan khasnya saja tetapi juga wisata alamnya. Baru-baru ini banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi salah satu tujuan wisata alam di daerah ini yaitu Cekong Hill.Extreme Swing Cekong HillCekong Hill adalah tempat wisata alam baru dengan wahana uji adrenalin di Kecamatan Anggeraja yang masih dikelola oleh Polsek Enrekang dan belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Jika kita ingin menuju ke lokasi, kita hanya membutuhkan waktu 30-45 menit dari pusat kota Enrekang. Karena masih baru, arah menuju lokasi belum ada plangnya. Sebetulnya aksesnya sangat mudah tinggal jalan lurus melewati jalan poros Enrekang-Toraja. Ketika kita menemui Polsek Enrekang, tinggal ambil ke kanan.

Medan yang terjal, belum beraspal dan bersebelahan dengan jurang sepertinya membutuhkan alat transportasi yang kuat untuk mencapai bukitnya. Beberapa orang ada yang menitipkan kendaraannya di bawah lalu berjalan kaki atau menggunakan ojek. Setelah kita berada diatas bukit, kita bisa menjumpai beberapa aktivitas yang bisa menguji adrenalin seperti flying fox, extreme swing, katapel dan gardu pandang. Setiap wahananya dikenakan tarif yang berbeda-beda.Dan menurut pihak pengelola wahana yang paling ekstrim yaitu katapel. Selain aktivitas uji adrenalin, tempat ini juga sering digunakan untuk sirkuit motor.

Saya pun tertarik untuk mencoba extreme swing dengan tarif Rp 15.000/orang. Ayunan ini sih bukan sekedar ayunan biasa tapi ayunan dimana talinya dikaitkan di ranting pohon kecil yang mampu menopang berat badan hingga 1 ton diatas ketinggian yang lumayan bikin nyali jadi ciut. Awalnya sih sempet takut, cuma karena penasaran akhirnya mengalahkan rasa takut ini. Pada saat meluncur bisa dipastikan jantung ini akan terasa berdegup kencang. Namun ketika sudah lepas landas dan terbang tinggi diatas serasa plong dengan suguhan pemandangan alam yang tak kalah eloknya. Dari ketinggian bukit ini, kita bisa melihat begitu indahnya Tebing Mandu yang berdiri kokoh di Desa Tontonan dan sungai kecil yang mengelilingi pegunungan. Bagi kalian yang akan ke Toraja dengan kendaraan pribadi, tak ada salahnya untuk mampir ke tempat ini.

 

Dear My Hubbie

Today is your day…..

Remember the day when your mother struggled to bring you in this world

The day when your small cries greeted the world for the first time

and it was right on this day

 

Rahmat Setyaji is the name which has been pinned by your parents

Rahmat means a blessing of Allah SWT

Setyaji means loving and affectionate

Each name is a prayer and hope that you shall be as expected

 

And it’s really true… Your name represents you

You are a figure of loving and affectionate who has been present in my life

A figure who is always surrounded by a blessing that has became my life partner

 

Happy Birthday 28th My Hubbie…..

My heartfelt prayer always accompanies every step you take

And be always the power of my lose heart

 

 

Makassar, 24 October 2016

♥ From Your Lovely Wife ♥

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=C6okBWlyuPw]

 

Palopo Short Trip

Mungkin kebanyakan orang hanya tahu tempat-tempat wisata yang ada di kota Makassar dimana kota ini merupakan kota besar yang menjadi ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Ada juga beberapa orang yang menganggap bahwa Makassar itu adalah sebuah provinsi bukan ibu kota. Hehehe….mungkin sebagai informasi saja provinsi Sulawesi Selatan ini memeiliki beberapa kota dan kabupaten yang termasuk di dalamnya adalah kota Makassar dimana menjadi tempat domisili saya dan suami. Kali ini saya ingin menulis perjalanan wisata singkat bersama suami di salah satu kota di provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kota Palopo.

Awal Oktober 2014, saat itu saya harus menemani suami bertugas di sebuah kabupaten yang bernama Kabupaten Luwu. Perjalanan kurang lebih 8 jam kami tempuh dengan menggunakan bus malam untuk menuju kota Belopa dimana kota tersebut merupakan pusat pemerintahan dari Kabupaten Luwu. Karena suami seorang abdi negara jadi kalo bertugas selalu di pusat-pusat pemerintahan. Kota Belopa merupakan salah satu kota kecil yang terdapat di Kabupaten Luwu. Kotanya tenang dengan penduduk yang tidak terlalu banyak dibanding dengan padatnya jumlah penduduk dan hiruk pikuknya di Kota Makasssar. Di kota Belopa ini,saya akan menghabiskan waktu sebulan untuk menemani suami tercinta bertugas.

Karena kota Belopa ini tidak terlalu besar jadi di kota ini tidak ada mall yang besar, tidak seperti di Makassar yang mall besar dan gedunng tinggi itu sangat banyak.Tapi jangan khawatir karena di kota ini ada 1 Indomaret, 1 Alfamidi, dan 1 swalayan yang lumayan lengkap kalo kita mau cari kebutuhan rumah tangga. Ada pula sebuah toko bakery,beberapa toko baju dan beberapa warung makan. Untuk wisata di kota ini sih saya tidak tahu banyak,hanya saja saya dan suami sempat makan di salah 1 warung lesehan yang terkenal di Belopa dimana tempatnya di tepat di pinggir pantai. Yah semacam warung apung dan menu ikan disini sangat enak karena segarlangsung diambil dari pantai terus dimasak.

C360_2014-10-09-14-53-00-195[1]
Warung Apung di Belopa

Sebulan di Belopa mungkin akan bosan karena disini tidak terlalu banyak tempat wisata. Tibalah weekend dimana terpikir enaknya jalan-jalan kemana ya sama suami. Lalu, kami bertanya kepada salah satu pegawai hotel dan mereka menyarankan untuk berwisata ke Palopo dimana kota tersebut lebih ramai dan lumayan banyak tempat wisatanya. Kota Palopo sangat dekat dengan kota Belopa. Kami hanya butuh waktu tempuh sekitar 45 menit untuk menuju kota ini. Selama perjalanan, ada satu spot yang pemandangannya sangat indah bangettt….!!! Kita bisa melihat hamparan laut lepas dari bukit dan di jalanan tanjakan tersebut juga banyak warung2 kecil berjualan minuman ringan dan jagung bakar. Dengan bermodal GPS seperti biasanya kalo jalan-jalan sendiri,akhirnya sampailah kita di Kota Palopo.

Palopo Welcome Gate
Palopo Welcome Gate

Tujuan pertama saat itu belum jelas karena kami ingin menjelajahi tiap sudut kota Palopo. Pada akhirnya tempat pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Agung Palopo, karena saat itu sudah masuk waktu shalat Dzuhur dan sekalian istirahat sambil berpikir mau kemana tujuan berikutnya. Setelah selesai melaksanakan shalat, perut sudah terasa keroncongan karena belum makan siang. Kami putuskan untuk mencari mall yang ada di kota ini. Dengar-dengar sih disini ada mall begitu. Putar kanan putar kiri akhirnya ketemu juga itu mall yang namanya Palopo City Market. Sebelumnya sih mikir mall itu besar seperti yang ad di kota-kota besar…hehehe…ternyata ya lumayanlah daripada nggak ada. Tempat makan di mall nya pun sangat terbatas cuma ada Bakso Lapangan Tembak, 1 restoran (lupa namanya) dan 1 kafe yang baru mau opening. Ya sudahlah makan seadanya yang ada disitu. Sehabis makan kami iseng jalan-jalan ke dalam mallnya. Mallnya lumayan sangat sepi padahal hari itu hari sabtu. Jadi mikir orang-orangnya pada kemana ya…hehehe…di Palopo City Market ini terdapat Matahari Dept Store, Timezone, dan beberapa outlet toko baju serta penjual baju yang sewa tempat di tengah2 mall, ada juga Hypermart disini (alhamdulillah bisa belanja cemilan :D). Karena di Belopa nggak ada tempat ngegame,akhirnya mampir deh main-main ke Timezone dulu. Maen macem-macem eh alhamdulillah suami dapet boneka dari mesin boneka. Padahal susah banget lhooo bisa dapet boneka itu. Rejeki anak sholeh banget pokoknya….Hohohoho…. Waktu pun sudah mulai petang dan saatnya balik ke Belopa lagi dan jalan-jalan ke tempat wisatanya dilanjut keesokan harinya.

Boneka dari Timezone
Boneka dari Timezone

Keesokan harinya dengan semangat 45, kami berdua jalan lagi menuju kota Palopo untuk mengunjungi tempat wisatanya. Bertanya pada Google akhirnya dapet deh tempat wisata yang paling sering dikunjungi orang-orang sekitar yaitu Pantai Labombo dan Air Terjun Latuppa. Ada juga sih agrowisata disini yang dikelola oleh sebuah hotel tapi pas itu waktunya kurang karena puter-puter kesasar untuk mencari Pantai Labombo. Karena GPS itu tidak selalu benar dan sangat minim plang penunjuk arah ke tempat wisata, ya beneran deh kami kesasar sampai ke Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo. Menikmati suasana pelabuhan dulu lah sambil tanya-tanya ke penduduk lokal dimana letak Pantai Labombo. Kami sih mikirnya pasti deket2 sama pelabuhan dan putar2 lagi sampe mumet karena laperrrr…hehehe…Finally..Welcome to Labombo Beach sambil ngusep keringet (lebay dikit padahal naek mobi pake AC :D)!!

Pintu Gerbang Pantai Labombo
Pintu Gerbang Pantai Labombo

Untuk mencapai pantai ini, kami melewati beberapa perumahan dan tepat di poros jalan menuju pantai tersebut,banyak kami temui tempat-tempat hiburan malam. Tapi pas itu siang jadi tempat hiburannya belum pada buka :D. Untuk masuk ke area pantai,kami berdua dikenakan tarif sekitar 25.000 rupiah sudah termasuk biaya parkir mobil,tentunya kalo pakai motor lebih murah parkirnya…hehehe…. Dalam gambaran saya sebelum sampai ke pantai ini sih, pasti pantainya semacam pantai Indrayanti di Jogja yg luasss banget. Ternyata pantai ini tidak begitu luas tapi ada spot area untuk bermain airnya sih,lumayanlah daripada Pantai Losari yang gak bisa keceh main air. Menyusuri pantai dan biasa lah ambil foto2 dulu sama suami biar tambah romantis :D. Ambil foto2nya dah beres dan saatnya lunch tiba,makanlah kami salah satu warung lesehan yang ada di area pantai. Karena tempat wisata jadi maklumlah kalo harganya lumayan mahal. Tapi meskipun mahal masakannya enak kok!! Jadi gak nyesel deh udah kemahalan 😀 Sambil makan, sambil menikmati pemandangan pantai dan alunan lagu yang dinyanyikan kelompok musik yang memang selalu ada tiap weekend untuk menghibur para pengunjungnya. Saat itu lumayan ramai lah pengunjungnya dan yg nyanyi juga suaranya bagus,lagunya macem2 dari dangdut sampai pop.

Segarnya menikmati minuman ini di tepi pantai :D
Segarnya menikmati minuman ini di tepi pantai 😀

Sudah puas menikmati suasana Pantai Labombo, kami melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Latuppa yang juga tidak terlalu jauh dari pusat kota dan pantai tersebut. Melewati Agrowisata Hotel yang terkenal dengan agrowisatanya, pemandian alam dan kolam renangnya,kami terus melaju menuju Air Terjun Latuppa. Jalan menuju lokasi sangat bagus karena tidak ada sedikit pun jalan yang berlubang tapi lumayan cukup menanjak karena air terjunnya terletak di kawasan bukit. Selama menuju lokasi, saya juga melihat beberapa tempat pemandian alam, tempat outbond dan beberapa rumah penduduk yang di belakangnya langsung sungai kecil dengan batu2 besar. Karena saat itu musim kemarau jadi sungai lumayan kering. Setelah menanjak terus akhirnya ketemu deh lokasi yang dimaksud. Dan sayangnya juga tidak ada plang yang bisa memberi informasi kepada para pengunjung wisata. Kami saja tahu lokasi karena berbekal bertanya kepada penduduk dan alhamdulillah sampai dengan selamat. Setelah yakin kalo memang lokasi ini adalah Air Terjun Latuppa, lalu parkirlah kami terlebih dahulu. Bagi pengguna mobil seperti kami,harus parkir mobil di bawah dan mesti jalan ke atas untuk memasuki lokasi. Setelah jalan menuju lokasi, saya dan suami mulai mengira2 kalo tempat wisata ini sepertinya belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Untuk masuk lokasi gratis dan parkir juga gratis. Penduduk area setempat pun tidak ada yang memanfaatkan lahan rejeki seperti ojek lah…padahal lumayan kalo mau ngojek untuk mengantar para pengguna mobil dari tempat parkir ke lokasi air terjunnya. Yahhh lumayanlah masih gratis…bisa hemat buat beli bensin pulang..hohohooho…

Perjalanan ke Air Terjun Latuppa
Perjalanan ke Air Terjun Latuppa

Bagi yang suka tracking lumayan juga nih kalo menyusuri jalan menuju air terjunnya karena jalannya melewati sungai berbatu dan mesti naik tangga yang lumayan banyak anak tangganya. Langsing deh gueeh!! 😀 dengan perjuangan melewati anak tangga yang lumayan melelahkan sampailah kami di air terjun. Lumayan sih air terjunnya meskipun gak segede dan setinggi air terjun Tawangmangu, tapi bisa buat refreshing. Cekrik cekrik sebentar dan main air dulu lalu pulaaaaaaang!!! Oh iya..buat info saja ada oleh2 khas Palopo yaitu bagea. Bagea ini merupakan kue kering khas Palopo yang terbuat dari tepung sagu.Kuenya sangat ringan dan enak lhoooo!!! Selesai sudah jalan2 mengunjungi beberapa tempat di kota Palopo ini.

Lukisan Alam Puri Asri Magelang

IMG_6238Mungkin sebagian besar orang belum begitu tahu bagaimana suasana dan pemandangan di hotel tersebut. Pada kesempatan kali ini penulis ingin share aja tentang liburannya beberapa bulan yang lalu di Hotel Puri Asri sambil sedikit review dan curhat ya! Hehehehe….

Libur beberapa bulan yang lalu tepatnya liburan Hari Raya Waisak kemarin. Tadinya sih kami punya rencana liburan untuk pergi ke waterboomnya  Solo namun akhirnya beralih menjadi ke Magelang  dengan alasan cuaca yang tidak mendukung dan jarak yg lebih jauh daripada Magelang. Awalnya sih tahu tentang Hotel Puri Asri itu karena mendengar celotehan anak bos saya yang habis liburan kesana. Tadinya berpikir kalo Puri Asri itu semacam waterboom. Akhirnya sempet googling dan ternyata itu sebuah hotel yang terletak tidak terlalu jauh dari alun-alun Magelang,tepatnya berada disamping persis Taman Kyai Langgeng.

Perjalanan kami dimulai sekitar jam 9 pagi dari Jogja  karena sebelumnya mau mampir dulu ke candi Borobudur untuk melihat acara Waisak. Dengan motor bebek warna biru kita mulai meluncur ke arah Borobudur terlebih dahulu. Ketika sudah sampai ke arah belokan Kawasan candi Borobudur,ternyata jalan ditutup karena ada acara Waisak itu. Ya sudah jalannya dialihkan ke arah lain. Karena semangat banget pengen nonton acara itu,akhirnya kami melewati  jalan yang sudah diarahkan oleh para petugas Polantas. Memang benar apa kata pepatah “Banyak jalan menuju Roma”,hehehehe…Meskipun kami belum pernah melewati jalan baru itu,kami tetep aja melaju dengan motor. Udah nggak pernah takut nyasar dengan adanya GPS. Jaman makin canggih,nggak tau jalan tetep aja bisa nyampe ! Gadget oh Gadget….You’re very smart !! hahaha….

Melewati  setiap belokan dan mencoba menikmati  pemandangan di jalan, tapi kok rasanya kok lama banget sampainya. Firasat mule berkata jangan2 jalan alternatifnya itu jalan yang lebih jauh….hadeeehhh…mule BT deh !!  Dan memang benar jalan alternatif yang sudah diarahkan itu memang jalan yang lebih jauh untuk menuju ke Candi Borobudur. Mau balik udah nanggung soalnya udah setengah jalan. Yah sudah….pasrah aja deh!! Sekali2 jalan jauh yang penting ada someone yang selalu menemani. Ihiiiiiiir…….(love)

Lumayan hampir 1 jam kami sampai ke area Candi Borobudur. Jelas pasti macet karena ada acara Waisak. Udah deket nih sama pintu masuk loket, jadi enggan masuk karena hari sudah panas dan jalannya pasti jauh.  Sambil merayu si doi buat puter balik aja untuk melanjutkan perjalanan kami ke tujuan utama yaitu Hotel Puri Asri. Si Doi memang orang yang paling sabar yang pernah aku temui…Terimakasih Cinta kalo kata Mas Afgan….hehehe… Lanjut deh jalan lagi meskipun cuma numpang lewat aja. Jalan menuju ke arah Puri Asri pun kami tempuh dengan jarak lumayan jauh. Dan kalo diitung2 itu dari Borobudur ke tempat tersebut hampir memakan waktu sekitar 1 jam. Memang kami kurang kerjaan sambil menunggu jm 1 siang biar bisa langsung check-in untuk masukin barang2 kami.

Lalala Yeyeye……..Welcome to Puri Asri Hotel !!!

Kesan pertama saat kami memasuki area Puri Asri itu cukup kagum karena secara yang pada liburan kesitu pada bermobil,sedangkan kami hanya pakai motor. Kalo dari websitenya sih memang Puri Asri itu terbilang hotel  yang berbintang 5. Dengan kepercayaan diri yang tinggi,kami cuek saja masuk ke area lobby untuk proses check in karena sebelumnya kami sudah booking via telepon dan sudah membayar lunas untuk 1 malam saja. Kami memesan tipe superior room saja lah karena tipe yang paling murah dan  cuma mau numpang tidur aja, selebihnya waktu bakal dipake keluar buat menikmati suasananya dan bernarsis ria.  Yah maklum liburan sedikit berkelas tapi dengan kantong mahasiswa (laugh). Tarif untuk superior room itu sekitar Rp. 790.000,00 dengan fasilitas twin beds, mini bar, hot/cool water, bathroom with shower,tea-coffee making facilities,fridge dan private terrace.  Disana juga ada beberapa tipe room seperti executive room, royal suite dan penthouse.

Proses administrasi sudah selesai dan saatnya menuju kamar menaruh barang2 bawaan. Sebelum menuju kamar kami dipersilahkan untuk menunggu terlebih dahulu sampai Room Boy datang. Tik tok…tik tok…lumayan beberapa menit kami menunggu tapi belum ada yang menghampiri kami. Resepsionis pun tidak memberi sinyal room boy yang mana yang akan mengantar kami sampa ke depan pintu kamar. Kami sempat melihat seorang petugas hotel yang berdiri dekat pintu lobby. Mulai berpikir mungkin itu room boy nya. Tapi kenapa tidak terlihat mencari tamu dan memanggil nama pemesan kamar. Lalu Si Doi bertanya kepada pihak resepsionis tentang keberadaan room boy. Dan resepsionis pun menunjuk ke arah seorang laki2 yang tadi ada di pikiran kami. Dengan sedikit gondok kami memanggilnya dan batinku sedikit berkata. Mungkin dari penampilan kami tidak terlihat seperti tamu hotel..hahahhahaa…

Lalu kami mengikuti mas nya yang mengantar kami dengan motor. Sempet ketawa karena antara tamu dan room boy sama2 menggunakan motor. Sampai pak satpam yang ada di gerbang hotel pun terlihat seperti tidak percaya bahwa kami adalah tamu hotel. Maklum lah kami memang low profile orangnya (wink).  Sambil menuju kamar kami melihat pemandangan yang hijau,segar dan luar biasa bagus. Jadi nggak nyesel kalo udah bayar mahal karena panorama yang disuguhkan begitu menarin dan mampu menghilangkan kepenatan kami. Tibalah kami di dpn pintu kamar kami. Semakin puas karena kamar yang dipilihkan itu terdapat sebuah pemandangan Gunung Sumbing. Jadi kalo kita buka jendela kamar bisa langsung lihat bagaimana indahnya lukisan alam tersebut.

Waktu untuk memasukkan barang bawaan kami sudah selesai dan saatnya kami untuk menyusuri setiap sudut Puri Asri dengan bernarsis ria. Tujuan pertama kami adalah sudut dimaa terdapat tulisan “Hotel Puri Asri”. Seperti kata dosen saya saat kuliah,kalo pergi kemana gitu belum foto di depan tulisannya tempat wisata belum afdol…hehhehehe….Pemotretan di sudut utama udah kelar dan mulai melanjutkan penyusuran kami ke area play ground. Semakin takjub dengan pesona alam Puri Asri karena di area playground ditumbuhin banyak rumput yang hijau dan tepat disampingnya ada Sungai Progo yang mengalir. Bagi para pecinta rafting pasti tidak asing lagi mendengar nama sungai itu. Yepp….Sungai Progo memang termasuk ke dalam manajemen Hotel Puri Asri. Di sekitar area playground dilengkapi beberapa permainan anak seperti prosotan,jungkat jungkit,ayunan,tempat untuk memanjat anak2 yang dicat berwarna-warni yang semakin menambah keindahan suasan sekitarnya. Kembali ke jaman kanak2 deh dengan main2 di playground. Disamping playground terdapat 1 kolam yang ada becak airnya. Wah enak nih main becak air sama Si Doi…hehehhee…dan lebih senengnya lagi ternyata becak airnya gratis kalo kita merupakan tamu hotel. Lumayan lah menghemat kantong. Kami berdua pun main2 diatas becak air sambil foto2 kayak prewed aja ! (love)….

Sudah puas main dengan becak air kami pun mencoba permainan sepak bola yangg diatas meja yang disebut dengan istilah “Foosball Table”. Ternyata susah ya mainnya secara saya juga tidak terlalu suka sepak bola. Puas dengan permainan itu walaupun nggak bisa mainnya,kami terus berjalan menuju area dimana ad beberapa sepeda yang gratis dipakai untuk berkeliling sekita area tersebut. Ada 2 jenis tipe sepeda yaitu sepeda dengan stang  dan sepeda tak berstang. Kalo sepeda dengan stang sudah biasa naiknya. Penasaran cara pakainya akhirnya nyobain juga. Lumayan susah sih karena sebelumnya belum pernah lihat sepeda model itu. Malah Si Doi yang lebih jago menaikinya. Ternyata untuk menggunakan sepeda tersebut memang dibutuhkan keseimbangan juga dan kaki adalah kunci untuk mengarahkan ke arah mana roda sepeda ini akan melaju. Awalnya miring2 terus nggak bisa jalan…hahahaha…dengan semangat pantang mundur dan bimbingannya akhirnya bisa juga deh dan berkeliling2 dengan Si Doi sambil tetap mengabadikan setiap moment  yang ada. Hari pun sudah semakin sore dan cuaca mulai mendung saatnya kembali ke kamar untuk beristirahat dengan ditemani rintik2 hujan dan mengisi ulang tenaga untuk melanjutkan penyusuran esok hari lagi.

Keesokan harinya cuaca pun sangat bersahabat. Cerah dan sejuk dengan udara segar di sekitar kamar. Bangun tidur rasanya fresh banget karena udara di sekitar yang jauh dari kata polusi.  Rencana pun mulai disusun  sebelum waktu check-out habis. Karena hari ini kami akan berenang jadi kami pun memulai penyusuran kami  dengan tidak mandi terlebih dahulu. Bau-bau asem dikit nggak apalah..hehehehe…Pertama yang ingin kami kunjungi bukan kolam renangnya langsung. Tapi kami berkeliling sport area di sekitar hotel. Fasilitas sport area di Hotel Puri Asri memang cukup lengkap dan semua itu gratis boleh dipakai oleh pengunjung hotel.  Ada area basket,tenis meja,badminton dan voli. Sayangnya kami nggak nemu fasilitas football area disana. Sudah capek basket, kami pun merasa lapar dan menuju restonya untuk breakfast. Sesampainya di tempat tersebut lumayan laper mata pengen ini itu. Habisnya menu makanan yang disuguhkan pun beraneka ragam dari makanan pribumu hingga bule. Untuk rasanya terbilang cukup enak dan nikmat di lidah. Dari resto tersebut kami jadi tahu kalo banyak sekali tamu di hotel tersebut termasuk saya dan Si Doi.

Perut sudah kenyang dan saatnya menuju ke area selanjutnya. Kemarin sih cuma main2 aja di samping Sungai Progo. Kalo kali ini kami ingin bermain air di Sungai Progo sambil mengabadikan panoramanya. Puas bermain air coklat di Sungai Progo,kami melanjutkan ke area berikutnya yaitu kolam renang. Wah main air lagi deh,sukaaaa bangeeeet !!! Fasilitas free tiket masuk ke kolam renang pun kami manfaatkan sebagai pengunjung hotel. Lumayan lah hemat di kantong lagi soalnya kalo buat umum bayar sekitar Rp. 15.000an (agak nggak inget tarifnya berapa) . Ganti kostum dulu sebelum berenang dan saatnya main air. Ada bebarapa kolam renang disini dari untuk anak2 hingga dewasa. Untuk kolam dewasa paling dalem itu 2m. Suasana kolam renang outdoor yang sangat menawan karena airnya pun juga sangat jernih.  Satu jam berlalu dan hari pun sudah mulai siang. Saatnya kami untuk bersiap2 pulang. Rasanya masih pengen stay di hotel ini karena belum puas. Tapi apa daya kantong tidak mendukung kalo harus menginap 2 malam….hahahhaha….

Sekian ulasan saya tentang Hotel Puri Asri  dan panorama sekitarnya. Menurut saya, Hotel Puri Asri merupakan hotel dengan panorama yang indah dan memiliki udara yang sangat segar.  Antara harga dan fasilitasnya pun sesuai.  Jadi bagi anda yang bingung ingin kemana saat liburan,mungkin Hotel Puri Asri bisa menjadi salah satu alternatif tujuan liburan anda beserta keluarga.

Jogja Memang Istimewa

Tahun 2011 tepatnya di minggu akhir bulan Agustus merupakan awal kakiku menginjak kota ini. Kota ini adalah Kota Yogyakarta yang memang sesuai dengan slogannya “Jogja memang Istimewa”. Disini aku belajar untuk hidup mandiri dan mencari sedikit secerah harapan untuk masa depan yang lebih indah. Tak terasa waktu itu sungguh cepat berlalu dimana aku sudah hampir 3 tahun hidup di kota ini. Dalam kurun waktu yang sudah lumayan lama itu pula,aku jadi benar-benar tahu apa artinya “Istimewa”. Di kota ini aku banyak belajar banyak hal tidak hanya kemandirian tapi juga urusan hati. Nggak pernah mengira bakal nemu jodoh disini dan Insyaallah akan segera menjadi imamku kelak. Amin….

IMG_0006

Kalo dulu pernah mikir “Bakal berapa tahun ya tinggal di Jogja?” , tapi sekarang justru tinggal hitungan bulan saja tinggal disini. Beraneka warna rasa yang bisa aku rasakan saat ini. Rasa senengnya karena sebentar lagi akan menginjak ke sebuah kehidupan baru bersamanya yaitu orang yang sangat istimewa di hati. Hehehehe…….Rasa sedihnya karena akan meninggalkan kota yang sangat nyaman ini. Ternyata dalam waktu 3 tahun ini belum semua tempat di Jogja yang bisa aku kunjungi karena kalo libur kerja bawaannya pengen istirahat. Dan karena ortu ada di Semarang,jadi kalo liburan sering memilih untuk pulang melepas kangen dengan rumah.

Jogja oh Jogja….di kota ini penuh dengan kenangan,suka – duka dan mengajari aku tentang hidup. Di kota ini,aku bertemu dengan teman-teman yang menyenangkan yang mungkin sekarang kita sudah terpisah karena sudah tidak sekantor dan sekota. Padahal mereka itu adalah kakak kelas disaat aku sedang menginjak bangku kuliah dan dulu kami hanya saling kenal saja tapi nggak deket. Kami nggak pernah menyatakan bahwa ini adalah sebuah persahabatan, tapi kebersamaan kami di setiap harinya secara tidak langsung memupuk rasa persahabatan ini. Kadang kangen dengan mereka yang usil, nyenengin dan juga ngeselin. Di kota ini aku juga bertemu dengannya. Kalo dituangkan dalam sebuah lagu seperti ini “Denganmu ku hidup….selalu berdua….” Duduuduududuu….

Yaahh….Begitulah hidup…selalu penuh dengan kejutan dari Tuhan. Kita nggak pernah tahu bahwa waktu ini akan membawa kita kemana. Tidak pernah ada dalam angan-anganku untuk pindah dan selama ini tinggal di Jogja. Tidak pernah ada dalam angan-anganku akan merasakan arti sebuah persahabatan bersama mereka. Tidak pernah ada dalam angan-anganku juga kalo akan berjodoh dengan orang Jogja. Dan yang paling tidak pernah ada dalam angan-anganku adalah aku harus meninggalkan kota ini bukan untuk kembali ke kota kelahiranku, tapi harus pindah lagi ke kota yang lebih jauh yang sudah terpisah dengan pulau Jawa bersamanya. Bahkan aku juga akan mengelilingi Indonesia bersamanya.

Memang apa kehendak Tuhan itu tak pernah ada yang tahu. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalani script yang sudah dibuat oleh-Nya. Aku selalu bersyukur dengan apa yang sudah ditetapkan-Nya. Setiap hal yang sudah digariskan-Nya itu akan selalu ada hikmahnya. Terimakasih Ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan di kota ini. Terimakasih Jogja….di kota ini kamu memberi aku banyak hal. Jogja memang benar-benar istimewa dan selamanya akan terus seperti itu.

Ketika Jarak Menciptakan Sebuah Arti

nyuk

Menurut Wikipedia, Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Dalam Fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung). Dalam bidang Matematika, jarak haruslah memenuhi kriteria tertentu. Itulah definisi jarak yang mungkin kita sering temui dalam buku pelajaran ketika dulu kita sekolah.

Hari semakin cepat berlalu begitu saja dimana saat ini usia kita pun makin bertambah dan mengajak kita untuk lebih mengerti apa arti sebuah jarak dalam kehidupan ini. Jarak mungkin bisa diukur dengan satuan, namun beda halnya ketika kita mampu melihat jarak itu lebih dekat. Mungkin aku baru merasakan apa arti jarak itu di usia 24 tahun ini. Sekarang aku sangat menyadari bahwa jarak itu sangat memiliki arti.

Jarak mengajariku untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Aku sangat percaya akan kekuasaan-Nya untuk melindungiku dari hal terburuk sekalipun karena Dia Yang Maha Esa dan Maha Sempurna dalam hidupku. Aku selalu bersyukur atas segala nikmat2-Nya yang selalu mengiringi langkahku.

Lanjutkan membaca Ketika Jarak Menciptakan Sebuah Arti