Bromo dan Semeru dalam Satu Titik Sudut Pandang

By | 12 November 2019

Bertolak dari kota Sidoarjo menuju Lumajang. Hal yang pertama kali saya cari sewaktu tahu suami akan ke daerah ini yaitu apa sih wisatanya? Jawabannya adalah Puncak B-29. Kawasan wisata yang baru beroperasi sekitar 5 tahun ini memang menjadi primadona pariwisata daerah Lumajang. Mau tahu ada apa aja disana? Simak sedikit ulasan dibawah yaaaa…

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang Kawasan Wisata Puncak B-29 :

  • Kalo start dari pusat kota Lumajang, kita bisa berangkat jam 02:00 pagi dini hari untuk menuju lokasi.
  • Perjalanan dari pusat kota Lumajang menuju kawasan Puncak B-29 memakan waktu sekitar 1 jam.
  • Sesampainya di gerbang kawasan wisatanya, kita akan disambut oleh beberapa ojek motor yang akan mengantarkan sampai ke puncak. Gak bisa motoran sendiri aja kah? Bisa kok.. asal tahu jalan dan bisa menaklukkan medannya. Karena medan menuju puncak nantinya akan ketemu jalan yang hanya bisa dilewati 1 motor, naik turun dan tekstur jalannya masih berupa tanah liat.
  • Untuk menuju sampai puncak sangat dilarang menggunakan motor matic. Dan diusahakan motor dalam keadaan sehat ya. Jangan sampai baru setengah jalan menuju puncak malah macet karena nggak kuat naik.
Sunrise Negeri di Atas Awan Puncak B-30
  • Harga tiket masuk kawasan wisata Rp 5.000/orang. Sementara biaya ojek motor berbeda-beda tergantung mau diantar ke lokasi mana aja. Biaya ojek motor ke lokasi Puncak B-29 dikenakan tarif sebesar Rp 75.000, sementara kalo mau menambah ke Bukit Cinta akan dikenakan tarif Rp 150.000 dan kalo mau komplit semua tujuan sampai ke Puncak B-30 akan dikenakan tarif Rp 225.000. Harga itu sudah termasuk tarif antar jemput dan tidak dibatasi harus berapa lama berada diatas puncaknya.
  • Kalo kita mau foto di tulisan Puncak B-29, kita bisa menuju ke lokasi Puncak B-29. Pemandangan yang bisa kita nikmati disini yaitu hamparan luas kebun bawang saja.
  • Kalo kita mau menikmati Bromo dari atas, kita bisa menuju ke Bukit Cinta. Disini kita akan berada tepat di belakang Bromo. Dan terlihat dari atas banyak jeep-jeep Bromo yang lalu lalang. Biasanya di Bukit Cinta ini banyak tenda-tenda yang didirikan karena kebanyakan orang suka berkemah di lokasi ini sambil menunggu keindahan panorama di pagi harinya.
  • Nahhhh spot yang terakhir ini menurut saya spot paket komplit karena disini kita bisa melihat semuanya dengan jelas dalam satu titik sudut pandang. Cobalah naik sampai ke Puncak B-30. Kita bisa menikmati matahari terbit nan cantik dengan warnanya yang merah merona. Selain itu, berada disini juga membuat kita seolah seperti berada di Negeri diatas Awan. Dan yang sangat membuat bibir ini berdecak kagum yaitu kita bisa menikmati indahnya Gunung Semeru dan Bromo di titik paling tertinggi.
Bromo dari Bukit Cinta
  • Pastikan kita memakai jaket yang tebal dan tahan dingin, pakai sepatu dengan kaos kaki, kupluk/topi yang bisa menutupi telinga dan sarung tangan tebal karena area disini jauh lebih dingin daripada Bromo. Dari ketiga spot diatas, Puncak B-30 adalah lokasi yg paling dingin dan sangat kencang sekali anginnya. Dinginnya betul-betul sampai merasuk ke tulang. Bahkan kemarin tubuh saya sampai terasa kaku untuk bergerak dan tangan sampai perih kemerahan karena lupa tidak membawa sarung tangan. Dan jaket yang saya bawa jauh lebih tebal daripada saat ke Bromo.
  • Dari ketiga spot diatas, hanya di Puncak B-29 yang disediakan fasilitas toilet. Itupun dengan kondisi toilet yang tidak terawat dan tidak ada airnya. Air bisa kita beli ke penduduk yang sedang jaga di toilet tersebut. Atau bisa pakai air sendiri jika membawa. Tarif air per botolnya Rp 5.000/kemasan botol 1.5 liter. Berbeda dengan fasilitas toilet di Bromo yang lumayan terawat dan kadang ada beberapa warung yang memberikan fasilitas toilet.
  • Kalo sampai ke lokasi lain terus kebelet pipis gimana? Ya pipis aja di semak-semak seperti saya.. Hahhaa.. Makanya usahakan sedia sebotol air untuk keperluan yang tidak terduga seperti ini. Pastikan juga cari semak-semak yang tidak dekat dengan Pura sambil permisi tentunya. Karena sebagian besar masyarakat di Puncak B-29 ini adalah masyarakat bersuku Tengger, jadi tentunya banyak Pura diatas puncak tersebut.
  • Warung banyak kita jumpai di tanjakan sebelum naik ke atas Bukit Cinta dan Puncak B-30. Sementara di Puncak B-29 ada satu warung juga. Jadi bagi kalian yang ingin menikmati kehangatan semangkok mie instant dan secangkir milo panas bisa banget pastinya. Harganya masih ramah lah di kantong. Sama seperti harga makanan dan minuman di sekitar Bromo.
  • Dan satu hal lagi yang bikin saya gumun (apa ya bahasa indonya.. hehe..), terangnya jam 05:00 pagi disini sudah seperti terangnya jam 08:00 pagi. Jadi gak kerasa gitu kalo ternyata pas kita turun ternyata jam masih menunjukkan jam 07:00 pagi hari.
Semeru dari Bukit Cinta

Sekian ulasan sedikit dari saya, semoga membantu memberikan gambaran bagaimana kondisi disana. Happy holiday everyone…!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.