Arsip Kategori: Travelling

Wisata Baru Cekong Hill Enrekang

Enrekang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan yang daerahnya dikelilingi oleh gunung dan bukit. Untuk mencapai daerah ini, kita bisa menggunakan jalur darat dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari kota Makassar. Daerah ini tidak hanya memiliki daya tarik untuk makanan khasnya saja tetapi juga wisata alamnya. Baru-baru ini banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi salah satu tujuan wisata alam di daerah ini yaitu Cekong Hill.Extreme Swing Cekong HillCekong Hill adalah tempat wisata alam baru dengan wahana uji adrenalin di Kecamatan Anggeraja yang masih dikelola oleh Polsek Enrekang dan belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Jika kita ingin menuju ke lokasi, kita hanya membutuhkan waktu 30-45 menit dari pusat kota Enrekang. Karena masih baru, arah menuju lokasi belum ada plangnya. Sebetulnya aksesnya sangat mudah tinggal jalan lurus melewati jalan poros Enrekang-Toraja. Ketika kita menemui Polsek Enrekang, tinggal ambil ke kanan.

Medan yang terjal, belum beraspal dan bersebelahan dengan jurang sepertinya membutuhkan alat transportasi yang kuat untuk mencapai bukitnya. Beberapa orang ada yang menitipkan kendaraannya di bawah lalu berjalan kaki atau menggunakan ojek. Setelah kita berada diatas bukit, kita bisa menjumpai beberapa aktivitas yang bisa menguji adrenalin seperti flying fox, extreme swing, katapel dan gardu pandang. Setiap wahananya dikenakan tarif yang berbeda-beda.Dan menurut pihak pengelola wahana yang paling ekstrim yaitu katapel. Selain aktivitas uji adrenalin, tempat ini juga sering digunakan untuk sirkuit motor.

Saya pun tertarik untuk mencoba extreme swing dengan tarif Rp 15.000/orang. Ayunan ini sih bukan sekedar ayunan biasa tapi ayunan dimana talinya dikaitkan di ranting pohon kecil yang mampu menopang berat badan hingga 1 ton diatas ketinggian yang lumayan bikin nyali jadi ciut. Awalnya sih sempet takut, cuma karena penasaran akhirnya mengalahkan rasa takut ini. Pada saat meluncur bisa dipastikan jantung ini akan terasa berdegup kencang. Namun ketika sudah lepas landas dan terbang tinggi diatas serasa plong dengan suguhan pemandangan alam yang tak kalah eloknya. Dari ketinggian bukit ini, kita bisa melihat begitu indahnya Tebing Mandu yang berdiri kokoh di Desa Tontonan dan sungai kecil yang mengelilingi pegunungan. Bagi kalian yang akan ke Toraja dengan kendaraan pribadi, tak ada salahnya untuk mampir ke tempat ini.

 

Palopo Short Trip

Mungkin kebanyakan orang hanya tahu tempat-tempat wisata yang ada di kota Makassar dimana kota ini merupakan kota besar yang menjadi ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Ada juga beberapa orang yang menganggap bahwa Makassar itu adalah sebuah provinsi bukan ibu kota. Hehehe….mungkin sebagai informasi saja provinsi Sulawesi Selatan ini memeiliki beberapa kota dan kabupaten yang termasuk di dalamnya adalah kota Makassar dimana menjadi tempat domisili saya dan suami. Kali ini saya ingin menulis perjalanan wisata singkat bersama suami di salah satu kota di provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kota Palopo.

Awal Oktober 2014, saat itu saya harus menemani suami bertugas di sebuah kabupaten yang bernama Kabupaten Luwu. Perjalanan kurang lebih 8 jam kami tempuh dengan menggunakan bus malam untuk menuju kota Belopa dimana kota tersebut merupakan pusat pemerintahan dari Kabupaten Luwu. Karena suami seorang abdi negara jadi kalo bertugas selalu di pusat-pusat pemerintahan. Kota Belopa merupakan salah satu kota kecil yang terdapat di Kabupaten Luwu. Kotanya tenang dengan penduduk yang tidak terlalu banyak dibanding dengan padatnya jumlah penduduk dan hiruk pikuknya di Kota Makasssar. Di kota Belopa ini,saya akan menghabiskan waktu sebulan untuk menemani suami tercinta bertugas.

Karena kota Belopa ini tidak terlalu besar jadi di kota ini tidak ada mall yang besar, tidak seperti di Makassar yang mall besar dan gedunng tinggi itu sangat banyak.Tapi jangan khawatir karena di kota ini ada 1 Indomaret, 1 Alfamidi, dan 1 swalayan yang lumayan lengkap kalo kita mau cari kebutuhan rumah tangga. Ada pula sebuah toko bakery,beberapa toko baju dan beberapa warung makan. Untuk wisata di kota ini sih saya tidak tahu banyak,hanya saja saya dan suami sempat makan di salah 1 warung lesehan yang terkenal di Belopa dimana tempatnya di tepat di pinggir pantai. Yah semacam warung apung dan menu ikan disini sangat enak karena segarlangsung diambil dari pantai terus dimasak.

C360_2014-10-09-14-53-00-195[1]
Warung Apung di Belopa

Sebulan di Belopa mungkin akan bosan karena disini tidak terlalu banyak tempat wisata. Tibalah weekend dimana terpikir enaknya jalan-jalan kemana ya sama suami. Lalu, kami bertanya kepada salah satu pegawai hotel dan mereka menyarankan untuk berwisata ke Palopo dimana kota tersebut lebih ramai dan lumayan banyak tempat wisatanya. Kota Palopo sangat dekat dengan kota Belopa. Kami hanya butuh waktu tempuh sekitar 45 menit untuk menuju kota ini. Selama perjalanan, ada satu spot yang pemandangannya sangat indah bangettt….!!! Kita bisa melihat hamparan laut lepas dari bukit dan di jalanan tanjakan tersebut juga banyak warung2 kecil berjualan minuman ringan dan jagung bakar. Dengan bermodal GPS seperti biasanya kalo jalan-jalan sendiri,akhirnya sampailah kita di Kota Palopo.

Palopo Welcome Gate
Palopo Welcome Gate

Tujuan pertama saat itu belum jelas karena kami ingin menjelajahi tiap sudut kota Palopo. Pada akhirnya tempat pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Agung Palopo, karena saat itu sudah masuk waktu shalat Dzuhur dan sekalian istirahat sambil berpikir mau kemana tujuan berikutnya. Setelah selesai melaksanakan shalat, perut sudah terasa keroncongan karena belum makan siang. Kami putuskan untuk mencari mall yang ada di kota ini. Dengar-dengar sih disini ada mall begitu. Putar kanan putar kiri akhirnya ketemu juga itu mall yang namanya Palopo City Market. Sebelumnya sih mikir mall itu besar seperti yang ad di kota-kota besar…hehehe…ternyata ya lumayanlah daripada nggak ada. Tempat makan di mall nya pun sangat terbatas cuma ada Bakso Lapangan Tembak, 1 restoran (lupa namanya) dan 1 kafe yang baru mau opening. Ya sudahlah makan seadanya yang ada disitu. Sehabis makan kami iseng jalan-jalan ke dalam mallnya. Mallnya lumayan sangat sepi padahal hari itu hari sabtu. Jadi mikir orang-orangnya pada kemana ya…hehehe…di Palopo City Market ini terdapat Matahari Dept Store, Timezone, dan beberapa outlet toko baju serta penjual baju yang sewa tempat di tengah2 mall, ada juga Hypermart disini (alhamdulillah bisa belanja cemilan :D). Karena di Belopa nggak ada tempat ngegame,akhirnya mampir deh main-main ke Timezone dulu. Maen macem-macem eh alhamdulillah suami dapet boneka dari mesin boneka. Padahal susah banget lhooo bisa dapet boneka itu. Rejeki anak sholeh banget pokoknya….Hohohoho…. Waktu pun sudah mulai petang dan saatnya balik ke Belopa lagi dan jalan-jalan ke tempat wisatanya dilanjut keesokan harinya.

Boneka dari Timezone
Boneka dari Timezone

Keesokan harinya dengan semangat 45, kami berdua jalan lagi menuju kota Palopo untuk mengunjungi tempat wisatanya. Bertanya pada Google akhirnya dapet deh tempat wisata yang paling sering dikunjungi orang-orang sekitar yaitu Pantai Labombo dan Air Terjun Latuppa. Ada juga sih agrowisata disini yang dikelola oleh sebuah hotel tapi pas itu waktunya kurang karena puter-puter kesasar untuk mencari Pantai Labombo. Karena GPS itu tidak selalu benar dan sangat minim plang penunjuk arah ke tempat wisata, ya beneran deh kami kesasar sampai ke Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo. Menikmati suasana pelabuhan dulu lah sambil tanya-tanya ke penduduk lokal dimana letak Pantai Labombo. Kami sih mikirnya pasti deket2 sama pelabuhan dan putar2 lagi sampe mumet karena laperrrr…hehehe…Finally..Welcome to Labombo Beach sambil ngusep keringet (lebay dikit padahal naek mobi pake AC :D)!!

Pintu Gerbang Pantai Labombo
Pintu Gerbang Pantai Labombo

Untuk mencapai pantai ini, kami melewati beberapa perumahan dan tepat di poros jalan menuju pantai tersebut,banyak kami temui tempat-tempat hiburan malam. Tapi pas itu siang jadi tempat hiburannya belum pada buka :D. Untuk masuk ke area pantai,kami berdua dikenakan tarif sekitar 25.000 rupiah sudah termasuk biaya parkir mobil,tentunya kalo pakai motor lebih murah parkirnya…hehehe…. Dalam gambaran saya sebelum sampai ke pantai ini sih, pasti pantainya semacam pantai Indrayanti di Jogja yg luasss banget. Ternyata pantai ini tidak begitu luas tapi ada spot area untuk bermain airnya sih,lumayanlah daripada Pantai Losari yang gak bisa keceh main air. Menyusuri pantai dan biasa lah ambil foto2 dulu sama suami biar tambah romantis :D. Ambil foto2nya dah beres dan saatnya lunch tiba,makanlah kami salah satu warung lesehan yang ada di area pantai. Karena tempat wisata jadi maklumlah kalo harganya lumayan mahal. Tapi meskipun mahal masakannya enak kok!! Jadi gak nyesel deh udah kemahalan 😀 Sambil makan, sambil menikmati pemandangan pantai dan alunan lagu yang dinyanyikan kelompok musik yang memang selalu ada tiap weekend untuk menghibur para pengunjungnya. Saat itu lumayan ramai lah pengunjungnya dan yg nyanyi juga suaranya bagus,lagunya macem2 dari dangdut sampai pop.

Segarnya menikmati minuman ini di tepi pantai :D
Segarnya menikmati minuman ini di tepi pantai 😀

Sudah puas menikmati suasana Pantai Labombo, kami melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Latuppa yang juga tidak terlalu jauh dari pusat kota dan pantai tersebut. Melewati Agrowisata Hotel yang terkenal dengan agrowisatanya, pemandian alam dan kolam renangnya,kami terus melaju menuju Air Terjun Latuppa. Jalan menuju lokasi sangat bagus karena tidak ada sedikit pun jalan yang berlubang tapi lumayan cukup menanjak karena air terjunnya terletak di kawasan bukit. Selama menuju lokasi, saya juga melihat beberapa tempat pemandian alam, tempat outbond dan beberapa rumah penduduk yang di belakangnya langsung sungai kecil dengan batu2 besar. Karena saat itu musim kemarau jadi sungai lumayan kering. Setelah menanjak terus akhirnya ketemu deh lokasi yang dimaksud. Dan sayangnya juga tidak ada plang yang bisa memberi informasi kepada para pengunjung wisata. Kami saja tahu lokasi karena berbekal bertanya kepada penduduk dan alhamdulillah sampai dengan selamat. Setelah yakin kalo memang lokasi ini adalah Air Terjun Latuppa, lalu parkirlah kami terlebih dahulu. Bagi pengguna mobil seperti kami,harus parkir mobil di bawah dan mesti jalan ke atas untuk memasuki lokasi. Setelah jalan menuju lokasi, saya dan suami mulai mengira2 kalo tempat wisata ini sepertinya belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Untuk masuk lokasi gratis dan parkir juga gratis. Penduduk area setempat pun tidak ada yang memanfaatkan lahan rejeki seperti ojek lah…padahal lumayan kalo mau ngojek untuk mengantar para pengguna mobil dari tempat parkir ke lokasi air terjunnya. Yahhh lumayanlah masih gratis…bisa hemat buat beli bensin pulang..hohohooho…

Perjalanan ke Air Terjun Latuppa
Perjalanan ke Air Terjun Latuppa

Bagi yang suka tracking lumayan juga nih kalo menyusuri jalan menuju air terjunnya karena jalannya melewati sungai berbatu dan mesti naik tangga yang lumayan banyak anak tangganya. Langsing deh gueeh!! 😀 dengan perjuangan melewati anak tangga yang lumayan melelahkan sampailah kami di air terjun. Lumayan sih air terjunnya meskipun gak segede dan setinggi air terjun Tawangmangu, tapi bisa buat refreshing. Cekrik cekrik sebentar dan main air dulu lalu pulaaaaaaang!!! Oh iya..buat info saja ada oleh2 khas Palopo yaitu bagea. Bagea ini merupakan kue kering khas Palopo yang terbuat dari tepung sagu.Kuenya sangat ringan dan enak lhoooo!!! Selesai sudah jalan2 mengunjungi beberapa tempat di kota Palopo ini.