Ketika Jarak Menciptakan Sebuah Arti

nyuk

Menurut Wikipedia, Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Dalam Fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung). Dalam bidang Matematika, jarak haruslah memenuhi kriteria tertentu. Itulah definisi jarak yang mungkin kita sering temui dalam buku pelajaran ketika dulu kita sekolah.

Hari semakin cepat berlalu begitu saja dimana saat ini usia kita pun makin bertambah dan mengajak kita untuk lebih mengerti apa arti sebuah jarak dalam kehidupan ini. Jarak mungkin bisa diukur dengan satuan, namun beda halnya ketika kita mampu melihat jarak itu lebih dekat. Mungkin aku baru merasakan apa arti jarak itu di usia 24 tahun ini. Sekarang aku sangat menyadari bahwa jarak itu sangat memiliki arti.

Jarak mengajariku untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Aku sangat percaya akan kekuasaan-Nya untuk melindungiku dari hal terburuk sekalipun karena Dia Yang Maha Esa dan Maha Sempurna dalam hidupku. Aku selalu bersyukur atas segala nikmat2-Nya yang selalu mengiringi langkahku.

Jarak mengajariku lebih mengerti apa artinya sebuah keluarga. Sejauh apapun kita dengan keluarga kita,mereka-lah yang mampu menopang kita dalam keadaan apapun. Mereka-lah yang tak pernah mengeluh atau bosan untuk selalu mendengarkan cerita kita meskipun hanya melalui sebuah telepon seluler. Dan mereka-lah yang selalu merindukan kita tanpa meminta imbalan akan rasa rindu itu.

Jarak mengajariku akan sebuah kemandirian. Kemandirian yang pastinya apa2 emang harus dikerjakan sendiri. Namun bukan hanya rasa kemandirian ini yang aku rasakan. Kemandirian dimana aku mampu melewati semuanya dan mengerjakan segalanya tanpa harus mengeluh sekalipun dalam keadaan lelah sekalipun.

Jarak mengajariku arti sebuah kebebasan. Kebebasan untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak patut untuk dilakukan. Bebas bukan berarti kita bisa bebas melakukan apa yang kita mau tanpa pengawasan orang tua,namun kita harus mampu bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan dimana hal tersebut akan menghasilkan sebuah nilai yaitu “baik” atau “buruk”.

Jarak mengajariku untuk mengenal dunia luar. Dunia yang bukan saja dunia hiburan,mengingat di kota ini banyak sekali tempat wisata,hahaha…^^Dunia luar ini sangat luas bagiku,dunia luar dimana dunia yang benar2 nyata dan sesungguhnya. Dunia dimana aku mampu mengenal apa itu sebuah dunia kerja dengan seluruh hiruk pikuknya. Dan dunia luar ini memperlihatkan bagaimana perjuangan hidup itu. Berjuang agar kita mampu untuk lebih survive dalam kondisi apapun.

Jarak mampu mengobatiku akan rasa kecewa dan sakit hati dari pengkhianatan sebuah kepercayaan. Pada awalnya aku berpikir tak akan pernah bisa mengobati luka ini yg mungkin sangat dalam bagiku mengingat niat baikku untuk hijrah ke kota ini adalah untuk masa depan yang jauh lebih baik. Namun ternyata jarak mampu mengubah semua kekecewaanku ini menjadi sebuah kebahagiaan yang tak pernah q bayangkan sebelumnya.

Dan yang terakhir (karena udah ngantuk 😀 ), Jarak mengantarku untuk menemukan seseorang yang jauh lebih baik yang sampai saat ini menemani hari2ku. Dia selalu mengajariku akan banyak hal baik dan mampu mengubahku ke arah yang lebih baik lagi. Dan sekarang aku sangat menyadari kenapa Allah memberikan jalan untuk kakiku melangkah jauh ke kota ini,salah satunya adalah bertemu DENGANMU. Mungkin benar kata Pak Ustadz saat pengajian di kantor waktu itu. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Kalau aku ingin,aku tak akan memilihmu untuk menjadi imamku kelak. Tapi Allah tahu bahwa aku sangat membutuhkanmu untuk kau bimbing ke arah yang jauh lebih baik. Semoga kamu tidak hanya menjadi imamku saat ini,namun imam yang sebenarnya imam di mata Allah SWT. Amieennn ^^

Yaaakkk…cukup sekian kegalauanku malam ini yang aku curahkan lewat tulisan yang sangat sederhana ini. Terimakasih atas nikmat Allah yang telah diberikan kepadaku sampai detik ini. Nikmat dimana aku memiliki orang2 terbaik dalam kehidupanku ini yaitu keluarga,dia dan mereka yang ad di sekitarku. Pandanglah jarak sekali lagi jika memungkinkan,karena terkadang jarak dapat menciptakan sebuah sudut pandang baru yang membuka pengertian akan sebuah arti yang selama ini terlewatkan tanpa kita sadari.

Gud Nite,

Mena

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar