Menikmati Jenis Kopi Toraja Ala The House Bistro & Galleria

Selain terkenal dengan budayanya, Toraja merupakan sebuah daerah yang juga populer dengan kopinya sampai ke manca negara. Bagi para penikmat kopi, tentunya Toraja akan menjadi salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi. Buat saya datang dan menikmati kopi di kota ini bukan menjadi hal yang pertama, tapi yang bikin jadi pengalaman pertama yaitu mencicipi kopi Toraja dengan berbagai macam varian. Ya maklumlah lah karena saya bukan pecinta kopi jadi cuma tahu rasa kopi sachetan dengan jenis arabika dan robusta. Artikel ini bukan untuk menganalisis perbedaan rasa dari jenis biji kopinya, tapi hanya sharing pengalaman saya menikmati jenis kopi Toraja ala Barista The House Bistro & Galleria.  Karena yang saya tahu rasa kopi itu ya “PAHIT” aja gitu   (tapi gak sepahit kehidupan saya kok )

Kalo kalian ke Toraja mampirlah ke coffee shop ini, karena di tempat ini kita bisa mencoba berbagai macam jenis kopi Toraja dengan berbagai metode brewing. Lokasi café ini sangat gampang ditemukan yaitu di Jalan Pongtiku No. 22, Karassik, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Kalo dari segi luasnya, café ini tidak terlalu besar tapi tetap nyaman untuk menikmati kopi sambil nongkrong. Sebetulnya dulu pernah ke café ini sekali bareng suami tapi karena kami bukan pasangan pecinta kopi jadi kami hanya memesan minuman selain kopi. Dan kedua kalinya mampir bareng temen-temen, lalu kepikiran untuk mencoba kopinya. Kalo gitu kenalan dulu yuk sama beberapa jenis biji kopi Toraja yang dikategorikan dari ketinggian tempat menanamnya dan nama biji kopinya diambil dari nama daerah penghasilnya. Saya copasin yaaaa dari buku menu cafenya :

  • Awan (1450 – 1700 mdpl) : palm sugar, berries, raisin
  • Pulu’ Pulu (1800 – 2000 mdpl) : heidy aroma, spicy, fruity
  • Sapan (1400 – 1800 mdpl) : dark chocolate, cinnamon, grape fruits
  • Pedamaran (1450 – 1650 mdpl) : soft acidity, soft nutt, floral
  • Bittuang (400 – 700 mdpl) : chocolate, nutty, wheat
  • Minanga (1400 – 2100 mdpl) : fruity, herbal, berry aroma

Penjelasan diatas yang diambil dari  buku menu pastinya sudah diuji perbedaan rasanya oleh orang yang kompeten di bidang perkopian tentunya. Jadi bagi kalian para coffee addict mungkin bisa lebih paham perbedaan rasanya. Kalo saya sendiri kemarin pesen jenis biji Pulu’ Pulu dengan metode Vietnam Coffee karena memang pada dasarnya nggak suka kopi item. Bagi saya yang buta kopi, pesanan yang saya pesan ini tidak mengecewakan rasanya malah cenderung enakkkk bangettttt deh! Dari contekan testing note-nya di buku menu memang bener lohhh saya menemukan rasa asem-asem fruity, aromanya kuat, tapi pedesnya gak terdeteksi kalo menurut lidah saya.

 

The House Bistro & Galleria

Setelah incip-incip pesanan sendiri, beralih gangguin temen yang memesan Pulu’ Pulu dengan metode V60 tanpa gula. Dan ekspresi pertama langsung bilang pahiiiitttt banget tapi tetep asemnya, pedesnya gak kentara dan aromanya yang kuat itu dapet banget. Bergeser dikit lagi cobain punya temen yang pesen jenis biji Sapan dengan metode V60 tanpa gula juga. Dan beneran beda loh!!! Yang jenis Sapan ini kalo menurut saya ada rasa jamu-jamunya gitu dan pahitnya gak sepahit Pulu’ Pulu, dark chocolate dan grape fruitsnya pun gak terdeteksi sama lidah saya  (dan sekali lagi saya bilang karena memang bukan lidah juru kopi jadi dimaklumi aja ya brayyyy! )

Alhamdulillah ya sekarang bisa ngerasain kopi yang gak cuma pahit aja  . Yang saya heran sepahit-pahitnya kopi Toraja yang saya minum tadi, gak ada sedikitpun yang meninggalkan rasa pahit di tenggorokan. Hanya sebatas lidah saja dan tentunya gak bikin mual. Dan katanya para perempuan rata-rata lebih suka jenis biji Sapan dan Awan karena aromanya yang manis-manis gitu deh. Kalo para laki-laki paling suka dengan Pulu’ Pulu karena aromanya yang sangat kuat dan jenis biji ini adalah jenis biji kopi termahal di Toraja.

Jadi gimana nih?? Tertarik buat mencoba?? Langsung aja mampir ke The House Bistro and Galleria. Selain kopi ada juga menu minuman lain. Ada juga snack yang bisa dipesan untuk menemani secangkir kopi kita. Bagi yang kelaparan tingkat kabupaten, bisa juga pesan menu beratnya seperti Nasi Toraja. Harga sih masih terjangkau dan rasanya enak kok. Buat yang suka baca-baca,bisa juga sambil ngopi terus baca buku disini karena di café ini juga disediakan beberapa buku bacaan yang ditaruh di rak buku dekat dengan meja pengunjung.

Selamat Mencoba 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of